Rabu, 24 Mei 2017

DAMPAK KEMAJUAN IPTEK DI INDONESIA

IPTEK

Tentang IPTEK

Ilmu pengetahuan memberikan dampak yang besar dalam penemuan baru di bidang teknologi. Pada akhir abad ke-15 muncul gerakan yang bertujuan mengembangkan kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang dikenal dengan istilah renaisans, yaitu suatu gerakan yang ingin melahirkan kembali kebudayaan Yunani dan Romawi Kuno. Renaisans menjunjung tinggi kemampuan manusia, baik cara berfikir atau menemukan dan menciptakan. Dengan adanya gerakan ini, semua orang bebas berfikir untuk menghasilkan penemuan baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain gerakan renaisans, juga muncul gerakan yang disebut dengan humanisme, yaitu suatu gerakan yang bertujuan mempelajari dan mengembangkan kebudayaan dan ilmu pengetahuan untuk diabdikan bagi kepentingan manusia. 

Memasuki abad ke-18, ilmu pengetahuan berkembang pesat hingga abad ini sering di sebut dengan abad pemikiran. Abad ke-18 merupakan abad penemuan berbagai bidang ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, maupun teknologi. Di Indonesia, ilmu pengetahuan dan teknologi mulai berkembang sejak masa kolonial Belanda. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kolonial Belanda ini ditandai dengan berdirinya perusahaan swasta asing, misi keagamaan dan pendidikan Barat. Semuanya itu merupakan bagian dari eksploitasi ekonomi. 

Sejak pertengahan abad ke-19, perkembangan ilmu pengetahuan barat telah tersebar di Indonesia dengan melalui pembukaan sekolah-sekolah barat bagi penduduk bumiputra. 

Dampak Positif dan Negatif dari Perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi
Dampak Positif Perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi 
1. Memberikan Berbagai Kemudahan
Perkembangan IPTEK mampu membantu manusia dalam beraktifitas. Terutama yang berhubungan dengan kegiatan perindustrian dan telekomunikasi. Namun, dampak dari perkembangan IPTEK juga berdampak ke berbagai hal seperti kegiatan pertanian, yang dulunya membajak sawah dengan menggunakan alat tradisional, kini sudah menggunakan peralatan mesin.sehingga aktifitas penanaman dapat lebih cepat di laksanakan tanpa memakan waktu yang lama dan tidak pula terlalu membutuhkan tenaga yang banyak. Ini adalah contoh kecil efek positif perkembangan IPTEK di dalam membantu aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari. 
2. Mempermudah Meluasnya Berbagai Informasi 
Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi kita, dimana tanpa informasi kita akan serba ketinggaln. terlebih lagi ketika berbagai media cetak dan elektronik berkembang pesat. Hal ini memaksa kita untuk mau tidak mau harus bisa dan selalu mendapatkan berbagai informasi. Pada masa dahulu, kegiatan pengiriman berita sangat lambat, hal ini di karenakan kegiatan tersebut masih di lakukan secara tradisional baik itu secara lisan maupun dengan menggunakan sepucuk surat. Namun sekarang kegiatan semacam ini sudah hampir punah, dimana perkembangan IPTEK telah merubah segalanya, dan kita pun tidak perlu menunggu lama untuk mengirim atau menerima berita. 
3. Bertambahnya Pengetahuan dan Wawasan 
Komputer dahulu termasuk jenis peralatan yang sangat canggih, dimana hanya orang-orang tertentu yang mampu membelinya apalagi menggunakannya. Namun seiring dengan perkembangan iptek, peralatan elektronik seperti computer, internet, dan handphone (Hp) sudah menjadi benda yang menjamur. Dimana tidak hanya orang-orang tertentu yang mampu menggunakannya, bahkan anak-anak di bawah umurpun dapat menggunakannya. Inilah pengaruh positif perkembangan iptek di era globalisasi terhadap ilmu pengetahuan dan wawasan masyarakat kita

Dampak Negatif Perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi 
1. Mempengaruhi Pola Berpikir 
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang agresif dan penasaran serta suka dengan hal baru. Terutama sekali dengan adanya berbagai perubahan pada berbagai peralatan elektronik. Namun ternyata perkembangan tersebut tidak hanya berdampak terhadap pola berpikir anak, juga berdampak terhadap pola berpikir orang dewasa dan orang tua. Terlebih lagi setiap harinya masyarakat kita di sajikan dengan berbagai siaran yang kurang bermanfaat dari berbagi media elektronik. 
2. Hilangnya Budaya Tradisional 
Dengan berdirinya berbagai gedung mewah seperti mal, perhotelan dll, mengakibatkan hilangnya budaya tradisional seperti kegiatan dalam perdagangan yang dulunya lebih di kenal sebagai pasar tradisional kini berubah menjadi pasar modern. Begitu juga terhadap pergaulan anak-anak dan remaja yang sekarang sudah mengarah kepada pergaulan bebas. 3. Banyak Menimbulkan Berbagai Kerusakan 
Indonesia di kenal sebagai Negara yang kaya akan sumber daya alamnya, namun hingga akhir ini, Indonesia lebih di kenal sebagai Negara yang sedang berkembang dan terus berkembang entah sampai kapan. Dan kita juga tidak mengetahui kapan istilah Negara berkembang tersebut berubah menjadi Negara maju. Salah satu contoh kecil yang lebih spesifik adalah beberapa tahun yang lalu sekitar di bawah tahun 2004, kota pekanbaru yang terletak di propinsi Riau, lebih di kenal sebagi kota “Seribu Hutan”, namun dalam waktu yang relative singkat, istilah seribu hutan kini telah berubah menjadi istilah yang lebih modern, yakni kota “Seribu Ruko” di mana dalam waktu yang singkat, perkembangan pembangunan di kota ini amat sangat pesat. Mulaialah berdiri berbagai kegiatan industri, Perhotelan, Mal, dan Gedung-gedung bertingkat serta perumahan berdiri di mana-mana.akibatnya aktifitas tradisional lumpuh, hutan gundul sehingga banyak menimbulkan berbagai macam bencana seperti banjir, tanah longsor serta polusi terjadi di mana-mana. Inilah dampak yang harus di terima masyarakat kita hingga ke anak cucu. 

Adapun beberapa dampak positif dan negatif dari perkembangan Teknologi terkait dengan dunia Pendidikan yaitu : 
Dampak Positif 
1. Munculnya Media Massa, khususnya Media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat Pendidikan, seperti jaringan internet. 
Dampak dari hal ini yaitu guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu pengetahuan, sehingga siswa dalam belajar tidak perlu terlalu terpaku terhadap informasi yang diajarkan oleh guru, tetapi juga bisa mengakses materi pelajaran langsung dari internet, oleh karena itu guru disini bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing siswa untuk mengarahkan dan memantau jalannya pendidikan, agar siswa tidak salah arah dalam menggunakan Media Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran. 
2. Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka 
Selama ini, proses pembelajaran yang kita kenal yaitu adanya pembelajaran yang disampaikan hanya dengan tatap muka langsung, namun dengan adanya kemajuan teknologi, proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos Internet dan lain-lain.
3. Adanya sistem pengolahan data hasil penilaian yang menggunakan pemamfaatan Teknologi. 
Dulu, ketika orang melakukan sebuah penelitian, maka untuk melakukan analisis terhadap data yang sudah diperoleh harus dianalisis dan dihitung secara manual. Namun setelah adanya perkembangan IPTEK, semua tugasnya yang dulunya dikerjakan dengan manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama, menjadi sesuatu yang mudah untuk dikerjakan, yaitu dengan menggunakan media teknologi, seperti Komputer, yang dapat mengolah data dengan memanfaatkan berbagai program. 
4. Pemenuhan Kebutuhan akan Fasilitas Pendidikan dapat Dipenuhi dengan Cepat. 
Dalam bidang pendidikan tentu banyak hal dan bahan yang harus dipersiapkan, salah satu contoh, yaitu: penggandaan soal ujian, dengan adanya mesin foto copy untuk memenuhi kebutuhan akan jumlah soal yang banyak tentu membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakannya kalau dilakukan secara manual. Tapi dengan perkembangan teknologi semuanya itu dapat dilakukan hanya dalam waktu yang singkat. 

Dampak Negatif 
1. Siswa menjadi malas belajar 
Dengan adanya peralatan yang seharusnya dapat memudahkan siswa dalam belajar, seperti laptop dengan jaringan internet, ini malah sering membuat siswa menjadi malas belajar, terkadang banyak diantara mereka yang menghabiskan waktunya untuk internetan yang hanya mendatangkan kesenangan semata, seperti ; Facebook, Chating, Twitter dan lain-lain, yang semuanya itu tentu akan berpengaruh terhadap minat belajar siswa.
2. Kerahasiaan alat tes untuk pendidikan semakin terancam 
Selama ini sering kita melihat dan mendengar di siaran TV, tentang adanya kebocoran soal ujian, ini merupakan salah satu akibat dari penyalahgunaan teknologi, karena dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka dengan mudah dapat mengakses informasi dari satu daerah ke daerah lain, inilah yang dilakukan oleh oknum untuk melakukan penyelewengan terkait dengan kebocoran soal ujian, sehingga kejadian ini sering meresahkan pemerintah dan masyarakat. 
3. Adanya penyalahgunaan system pengolah data yang menggunakan Teknologi. 
Dengan adanya pengolahan data dengan system Teknologi, sering akli kita temukan adanya terjadi kecurangan dalam melakukan analisis data hasil penelitian yang dilakukan oleh siswa dan bahkan mahasiswa, ini mereka lakukan untuk mempermudah kepentingan pribadi, dengan mengabaikan hasil penelitian yang dilakukan. 

Dampak Dari Iptek Terhadap Kehidupan Manusia
IPTEK
Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena itu iptek tidak pernah bisa mejadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan. Dampak positif dan dampak negative dari perkembanganteknologi dilihat dari berbagai bidang: 

Bidang informasi dan komunikasi 
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positipnya antara lain: 
a. Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet 
b. Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone. Dll 
Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain: 
a. Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas) 
b. Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu 

Bidang ekonomi dan industri 
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain: 
1. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi 
2. Terjadinya industrialisasi 
3. Produktifitas dunia industri semakin meningkat 

Bidang sosial dan budaya 
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat 
1. Meningkatnya rasa percaya diriKemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia. 
2. Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras. 
Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatip pada aspek budaya: 
1. Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani. Dll 

Bidang pendidikan 
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain: 
1. Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan. 
2. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses pendidikan antara lain: 
1. Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Dll 

Bidang politik 
Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru. 

Sumber :

FENOMENA - FENOMENA ANTARIKSA TERKINI

Antariksa (Outer Space)

Antariksa dari Kamus Bahasa indonesia adalah bagian alam semesta yang berada diluar atmosfer bumi. Bahasa kerennya antariksa yaitu "Outer Space". Karena berada diluar atmosfer bumi maka gravitasi tidak berlaku ditempat ini. 
Di antariksa ini terdapat debu berukuran antara 0,001 – 0,1 mm dengan kepadatan 1 gram per 500.000 km persegi berwarna gelap dan memantulkan cahaya matahari. Debu ini sering disebut zodiac. Terdapat pula benda-benda langit lainnya seperti meteor, meteoroid, dan asteroid, serta banyak kejadian alam berlangsung dalam ruangan ini. 
Ada banyak benda langit yang terdapat di antariksa ini, ada planet, komet, meteorid, asteroid, dan masih banyak lagi. Naah, di blog inilah akan dibahas lebih dalam dan rinci tentang antariksa terkini.

Sekilas Peristiwa Langit Tahun 2017

Hujan meteor Perseid tahun 2015 di atas Pegunungan Alpen

Setiap tahun, kita bisa menikmati banyak sekali peristiwa astronomi. Semuanya menarik, meski untuk itu dibutuhkan lokasi yang bebas polusi cahaya. Di sepanjang tahun 2017, kita bisa mengamati hujan meteor tahunan yang selalu hadir kala Bumi melintasi wilayah yang dipenuhi sisa debu komet atau gerhana bulan yang bisa disaksikan oleh masyarakat Indonesia. 
Gerhana
Musim gerhana 2017 akan dimulai dengan Gerhana Bulan Penumbra dan Gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada tanggal 11 dan 26 Februari 2017. Tahun ini, musim gerhana hanya diisi oleh 4 gerhana yang terdiri dari 2 gerhana Matahari dan 2 gerhana Bulan. Musim kedua gerhana di tahun 2017 akan terjadi bulan Agustus 2017 pada tanggal 7 dan 21 Agustus 2017. Pada tanggal 7 Agustus 2017, masyarakat Indonesia berkesempatan menikmati gerhana bulan sebagian dan pada tanggal 21 Agustus 2017 giliran masyarakat Amerika Serikat yang bisa menikmati gerhana Matahari total.
11 Februari – Gerhana Bulan Penumbra
Gerhana Bulan Penumbra
GBP 11 Februari jadi pembukan untuk musim gerhana tahun 2017. Berbeda dari gerhana bulan total maupun gerhana bulan sebagian, Bulan tidak akan menghilang di langit malam. Bahkan tidak mudah untuk bisa mengetahui apakah Bulan sedang berada dalam kondisi Gerhana ataukah hanya Bulan Purnama biasa. Saat gerhana bulan penumbra, Bulan hanya tampak berubah sedikit gelap, atau berkurang kecerlangannya.


Ketika Gerhana Bulan Penumbra, Bulan akan masuk dalam kerucut penumbra Bumi, dan tetap menerima sebagian cahaya Matahari untuk dipantulkan. Untuk Gerhana Bulan Penumbra 11 Februari 2017, sebagian masyarakat Indonesia bisa mengamati gerhana ini. Atau lebih tepatnya masyarakat yang berada di Sumatera, sebagian Jawa, dan sebagian kecil Kalimantan. Itupun hanya sesaat, karena gerhana dimulai ketika Bulan akan terbenam dan fajar menyingsing.
26 Februari – Gerhana Matahari Cincin
Gerhana Matahari Cincin
Cincin api Matahari akan menghiasi langit dan membuat takjub semua orang yang melihatnya. Gerhana Matahari Cincin akan mengawali gerhana matahari di tahun 2017. Proses terjadinya gerhana matahari cincin sama saja dengan gerhana matahari total. Bedanya, Bulan sedang berada pada posisi yang jauh dari Bumi maka tidak seluruh piringan Bulan menutupi piringan Matahari. Karena itulah, piringan Bulan tampak lebih kecil dari piringan Matahari sehingga memberi bentuk cincin atau mungkin donat buat kita yang melihatnya.


Gerhana Matahari Cincin ini akan melintasi Amerika Selatan, Samudera Atlantik, Afrika dan Antartika. Jejak cincinnya bisa dinikmati dari area Samudera Pasifik, Chile, Argentina, Samudera Atlantik dan Afrika. .
7 Agustus – Gerhana Bulan Sebagian
Gerhana Bulan Sebagian
Saat Gerhana Bulan Sebagian, sebagian piringan Bulan akan berada dalam umbra Bumi dan sebagian lagi berada di area penumbra. Bagian Bulan yang berada di umbra Bumi, tidak akan dapat menerima cahaya Matahari sedangkan sebagian lainnya di penumbra masih bisa menerima sebagian cahaya Matahari. Karena itu, pengamat bisa melihat sebagian Bulan menghilang dan sebagian lainnya agak redup. Untuk gerhana bulan sebagian 7 Agustus 2017, seluruh masyarakat Indonesia bisa melihat seluruh proses gerhana.

21 Agustus — Gerhana Matahari Total
Gerhana Matahari Total
Bukti bahwa Gerhana Matahari Total bukan sesuatu yang sangat langka. Tahun 2017, GMT terjadi pada tanggal 21 Agustus 2017. Hanya saja, bukan melewati Indonesia. Gerhana Matahari Total 2017 akan melintasi seluruh wilayah Amerika Serikat dan sebagian wilayah Amerika Selatan. Jalur totalitas gerhana akan melintas dari Pasifik Utara, Amerika Serikat dan Atlantik Selatan.

Oposisi & Konjungsi

2 Maret — Konjungsi Neptunus
Konjungsi Neptunus
Neptunus berada pada jarak terjauhnya dari Bumi dan berada pada sisi berlawanan dari Bumi dan Matahari akan berada di antara Neptunus dan Bumi. Dari sudut pandang pengamat di Bumi, Saturnus akan tampak sangat dekat dengan Matahari dan tidak akan tampak bagi pengamat di Bumi.




8 April – Oposisi Jupiter
Oposisi Jupiter
Planet terbesar di Tata Surya akan berada pada posisi terdekat dengan Bumi dan tampak sangat terang di langit malam. Para pengamat bisa menikmati kehadiran Jupiter sepanjang malam beserta satelit-satelit Galilean pengiringnya.





14 April — Konjungsi Uranus
Konjungsi Uranus
Uranus akan berada pada posisi terjauh dari Bumi dan Matahari ada di antara kedua planet ini. Akibatnya, pengamat di Bumi tidak akan bisa melihat planet cincin yang menggelinding tersebut, karena jaraknya yang sangat dekat dengan Matahari.




15 Juni – Oposisi Saturnus
Oposisi Saturnus
Planet yang cincinnya tampak indah itu akan berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi tanggal 15 Juni. Jadi jangan lewatkan! Saturnus akan tampak lebih terang dibanding waktu lainnya dan akan dapat dinikmati kehadirannya sepanjang malam. Gunakan teleskop dan kameramu untuk memotret planet cincin ini.







27 Juli — Konjungsi Mars
Konjungsi Mars
Setelah tahun 2016, Mars berada pada titik terdekatnya dari Bumi, maka tahun 2017 Mars akan berada di titik terjauh dari Bumi. Mars tidak akan tampak bagi pengamat di Bumi karena akan tampak dekat dengan matahari di langit siang.






5 September – Oposisi Neptunus
Oposisi Neptunus
Tidak mudah untuk mengamati planet es biru ini. Tanggal 5 September menandai posisi terdekatnya dengan Bumi. Meskipun demikian, Neptunus tetap hanya obyek titik biru di teleskop anda.




20 Oktober – Oposisi Uranus
Oposisi Uranus
Setelah Mars, Jupiter, Saturnus dan Neptunus berada pada posisi terdekatnya dari Bumi, kini giliran Uranus, si planet es raksasa lainnya untuk berada dekat dengan Bumi. Planet yang bergerak menggelinding ini akan tampak unik sebagai titik warna biru kehijauan di teleskop.



27 Oktober — Konjungsi Mars
Konjungsi Mars
Setelah tahun 2016, Mars berada pada titik terdekatnya dari Bumi, maka tahun 2017 Mars akan berada di titik terjauh dari Bumi. Mars tidak akan tampak bagi pengamat di Bumi karena akan tampak dekat dengan matahari di langit siang.






22 Desember — Konjungsi Saturnus
Konjungsi Saturnus
Saturnus berada pada jarak terjauhnya dari Bumi. Saat konjungsi dengan Matahari, Saturnus akan berada pada sisi berlawanan dari Bumi dengan Matahari ada di antara keduanya. Dari sudut pandang pengamat di Bumi, Saturnus akan tampak sangat dekat dengan Matahari sehingga tidak akan tampak bagi pengamat di Bumi. Jika Saturnus bisa diamati, maka planet cincin ini akan tampak kecil dan redup.


Ekuinoks & Solatice
Ekuinoks dan Solstice
20 Maret – Ekuinoks
Matahari berada di ekuinoks atau di atas garis khatulistiwa. Lamanya siang dan malam menjadi sama yakni 12 jam. Bagi masyarakat di belahan bumi utara, tanggal 20 Maret merupakan Vernal Ekuinoks atau titik balik musim semi yang menandai awal musim semi. Di belahan Bumi selatan, ekuinoks di bulan Maret merupakan ekuinoks musim gugur yang menandai awal musim gugur.


Vernal Ekuinoks akan terjadi tanggal 20 Maret pukul: 17:29 WIB
21 Juni – Solstice (Summer Solstice – Belahan Utara;Winter Solstice – Belahan Selatan)
Titik balik musim panas bagi masyarakat di Belahan Bumi Utara dan titik balik musim dingin bagi penduduk di Bumi Belahan Selatan. Selain itu, bagi penduduk di belahan selatan, ini merupakan malam terpanjang dan bagi mereka yang berada di utara, ini adalah siang terpanjang.


Titik balik musim panas akan terjadi tanggal 21 Juni pukul: 11:25 WIB
23 September – Ekuinoks
Matahari berada di ekuinoks atau di atas garis khatulistiwa. Lamanya siang dan malam menjadi sama yakni 12 jam. Bagi masyarakat di belahan bumi utara, tanggal 23 September merupakan Ekuinoks Musim Gugur atau titik balik musim gugur yang menandai awal musim gugur. Sebaliknya di belahan Bumi selatan, ekuinoks di bulan September merupakan vernal ekuinoks atau ekuinoks musim semi yang menandai awal musim semi.


Autumnal Ekuinoks akan terjadi tanggal 23 September pukul: 03:02 WIB
21 Desember – Solstice (Winter Solstice – Belahan Utara;Summer Solstice – Belahan Selatan)
Titik balik musim dingin bagi masyarakat di Belahan Bumi Utara dan titik balik musim panas bagi penduduk di Bumi Belahan Selatan. Selain itu, bagi penduduk di belahan selatan, ini merupakan siang terpanjang dan bagi mereka yang berada di utara, ini adalah malam terpanjang.


Titik balik musim dingin akan terjadi tanggal 21 Desember pukul: 23:29 WIB 

Hujan Meteor
4 Januari – Hujan Meteor Quadrantid
Hujan Meteor Quadrantid
Tahun 2017 akan diawali oleh pertunjukkan hujan meteor Quadrantid di langit dari tanggal 28 Desember – 12 Januari. Puncak hujan meteor Quadrantid akan berlangsung tanggal 3 Januari 2017 pukul 22:00 WIB. Hujan meteor Quadrandtid tampak muncul dari rasi Bootes yang terbit pukul 03:00 WIB di arah timur laut. Saat malam puncak pengamat bisa menikmati setidaknya 120 meteor per jam. Akan tetapi, bagi pengamat di belahan Bumi Selatan, hujan meteor Quadrantid tidak sebaik pengamat di Utara dan banyaknya meteor yang bisa dinikmati juga lebih sedikit.

22 April – Hujan Meteor Lyrid
Hujan Meteor Lyrid
Hujan meteor yang berasal dari debu ekor komet Thatcher C/1861 G1 akan mencapai puncak tanggal 22 April. Hujan meteor Lyrid bisa dinikmati setelah rasi Lyra yang jadi arah datangnya, terbit pukul 23:00 WIB. Bulan sabit kuartir terakhir baru terbit pukul 01:50 WIB masih cukup nyaman untuk pengamatan. Saat puncak, pengamat hanya bisa melihat 18 meteor per jam yang bergerak dengan kecepatan 48,8 km/detik.

6 Mei – Hujan Meteor Eta Aquariid
Hujan Meteor Eta Aquariid
Dimulai tanggal 19 Maret – 28 April, hujan meteor Eta Aquariid akan mencapai puncak tanggal 6 April pukul 03.00 dini hari. Hujan meteor yang berasal dari sisa komet Halley dan tampak dari rasi Aquarius tersebut bisa diamati mulai tengah malam sampai jelang fajar. Bulan sabit yang baru saja melewati fase seperempat awal, terbenam pukul 02:08 WIB bertepatan dengan rasi Aquarius yang semakin tinggi dari horison. Jadi pengamat bisa menikmati hujan meteor Eta Aquariid tanpa gangguan cahaya Bulan. Di malam puncak, pengamat bisa melihat 10-30 meteor / jam dengan kecepatan 66,9 km/detik.

30 Juli – Alpha Capricornid
Alpha Capricornid
Hujan meteor alpha capricornid berlangsung dari 3 Juli sampai 15 Agustus dan akan tampak datang dari arah rasi Capricorn. Puncak hujan meteor Capricornid akan terjadi tanggal 29 – 30 Juli dengan 5 meteor per jam. Akan tetapi, biasanya ada bola api yang terbentuk dan melintas di langit malam. Rasi Capricorn sudah terbit sejak Matahari terbenam dan pengamat bisa menikmati hujan meteor alpha Capricornid sepanjang malam sampai fajar menyingsing. Mulai tengah malam, cahaya Bulan seperempat awal tidak akan mengganggu karena Bulan sudah terbenam tengah malam.

30 Juli – Hujan Meteor Delta Aquariid Selatan
Hujan Meteor Delta Aquariid Selatan
Hujan meteor Delta Aquariid dimulai tanggal 12 Juli — 23 Agustus dan mencapai puncak dengan lintasan 16 meteor per jam pada tanggal 30 Juli. Hujan meteor yang akan tampak dari rasi Aquarius ini berasal dari sisa debu komet Marsden and Kracht. Rasi Aquarius akan terbit jam 20:00 WIB, dan pengamatan bisa dilakukan sampai jelang fajar. Mulai tengah malam, cahaya Bulan seperempat awal tidak akan mengganggu karena Bulan sudah terbenam tengah malam.

12 Agustus – Hujan Meteor Perseid
Hujan Meteor Perseid
Dimulai tanggal 17 Juli – 24 Agustus, hujan meteor Perseid yang berasal dari debu komet Swift-Tuttle tersebut akan mencapai puncak tanggal 12 Agustus. Di malam puncak diperkirakan 100 —150 meteor akan melintas setiap jam dan tampak datang dari rasi Perseus.


Rasi Perseus baru akan terbit setelah lewat tengah malam yakni pukul 01:00 WIB. Bulan cembung masih cukup terang di langit malam. Bulan terbit pukul 21:42 dan akan jadi sumber polusi cahaya alami bagi pengamat, meskipun tidak seterang Bulan Purnama.
10 Oktober – Hujan Meteor Taurid Selatan
Hujan Meteor Taurid Selatan
Hujan meteor Taurid berasal dari butiran debu Asteroid 2004 TG10 dan sisa debu Komet 2P Encke, berlangsung sejak 10 September – 20 November dan tidak pernah menghasilkan lebih dari 5 meteor per jam. Menariknya, hujan meteor taurid ini kaya dengan fireball aka bola api. Puncak hujan meteor yang tampak datang dari rasi Taurus berlangsung tanggal 10 Oktober, hanya dengan 5 meteor per jam yang lajunya hanya 28 km/detik. Hujan meter Taurid bisa diamati setelah rasi Taurus terbit pada pukul 21:00 WIB sampai jelang dini hari. Akan tetapi, Bulan yang sedang menuju fase seperempat awal baru terbit pukul 22:11 WIB, dan cahayanya masih cukup terang.


Hujan Meteor Orionid
21 Oktober – Hujan Meteor Orionid
Hujan meteor Orionid yang berasal dari sisa debu komet Halley akan menyambangi kita di bulan Oktober. Tepatnya dari 2 Oktober sampai 7 November. Sesuai namanya, hujan meteor Orionid akan tampak datang dari rasi Orion si Pemburu dan mencapai puncak pada tanggal 21 Oktober. Saat malam puncak, pengamat bisa menikmati 25 meteor per jam yang melaju dengan kecepatan 66 km/detik. Rasi Orion akan terbit setelah pukul 21:00 WIB dan Bulan sudah terbenam sejak pukul 19:02 WIB. Artinya, tidak ada cahaya Bulan yang menghalangi perburuan hujan meteor Orionid.

12 November – Hujan Meteor Taurid Utara
Hujan Meteor Taurid Utara
Hujan meteor Taurid Utara juga tampak datang dari rasi Taurus dan dimulai dari tanggal 20 Oktober – 10 Desember dengan puncak pada tanggal 12 November. Saat malam puncak, Hujan Meteor Taurid Utara akan menghiasi langit dengan 5 meteor per jam dengan laju 29 km/jam. Rasi Taurus terbit setelah Matahari terbenam. Sejak Matahari terbenam sampai tengah malam, tidak akan ada cahaya Bulan yang mengganggu. Bulan seperempat akhir terbit tengah malam. Perpaduan hujan meteor Taurid Utara dan Selatan yang masih berlangsung di akhir Oktober dan awal November menjadi atraksi menarik di langit. Apalagi dengan kehadiran fireball.

17 November – Hujan Meteor Leonid
Hujan Meteor Leonid
Dulu hujan meteor Leonid pernah tampak luar biasa dengan badai meteornya, akan tetapi untuk saat ini hujan meteor Leonid hanya menyisakan 15 meteor per jam saat puncak. Setiap tahun, hujan meteor Leonid berlangsung dari tanggal 6 – 30 November dan puncak hujan meteor pada tanggal 17 November. Hujan meteor Leonid berasal dari sisa debu komet Tempel-Tuttle dan akan tampak dari rasi Leo si singa. Rasi Leo terbit tengah malam dan Bulan sedang menuju fase Bulan Baru. Bulan sabit tipis terbit pukul 04:25 WIB dan pengamat masih tetap bisa menikmati hujan meteor Leonid sampai fajar menyingsing. Meteor yang melintas akan bergerak dengan kecepatan 77 km/detik.

14 Desember – Hujan Meteor Geminid
Hujan Meteor Geminid
Di penghujung tahun 2017, hujan meteor Geminid kembali menjadi tontonan menarik dengan 120 meteor per jam saat puncak. Hujan meteor yang tampak datang dari rasi kembar Gemini ini berlangsung dari tanggal 4 — 17 Desember dan puncaknya akan terjadi tanggal 14 Desember. Hujan meteor Geminid yang melaju dengan kecepatan 35 km/detik, bisa dinikmati kehadirannya setelah rasi Gemini terbit antara pukul 20.00 – 21:00 WIB. Bulan sabit yang sedang menuju fase bulan baru terbit pukul 02:25 WIB dan tidakakan banyak mengganggu pengamatan. Waktu terbaik untuk pengamatan bisa dilakukan setelah pukul 22:00 WIB saat rasi Gemini sudah cukup tinggi.

Sumber:

Kamis, 20 April 2017

METODE ILMIAH DAN MITOS



Membedakan Bagaimana Memperoleh Pengetahuan Yang Tidak Ilmiah Dengan Yang Ilmiah

Pengetahuan tidak ilmiah adalah ilmu yang diperoleh dan dikembangkan secara sistematik terhadap kemampuan diri manusia ataupun terhadap ide di dalam pikiran manusia secara deduktif dan juga analitik. Misalnya saja seperti pencak silat, bela diri, kebatinan, matematika, dan sebagainya.

Sedangkan, pengetahuan ilmiah ini adalah ilmu yang diperoleh dan dikembangkan dengan cara mengolah atau memikirkan realita yang berasal dari luar diri manusia secara ilmiah, yakni dengan menerapkan metode ilmiah. Misalnya seperti kumpulan pengetahuan mengenai suatu hal tertentu (objek/lapangan) yang merupakan kesatuan yang sistematis dan memberikan penjelasan yang sangat sistematis dan juga  dapat dipertanggung jawabkan dengan menunjukan sebab-sebab hal/kejadian itu. Oleh karena itu cara memperoleh pengetahuan dan cara memperoleh pengetahuan ilmiah atau sains sudah jelas sangat berbeda.

Metode Ilmiah

Pengetahuan itu mereka peroleh dengan berbagai cara, antara lain:
a.  Prasangka, yakni suatu anggapan yang benar, padahal baru merupakan kemungkinan benar atau kadang-kadang malah tidak mungkin benar.
Contoh:
-     Pada zaman Babylonia, orang percaya bahwa hujan turun dari Surga sampai ke Bumi melalui jendela-jendela yang ada di langit.
-        Dengan prasangka, orang sering mengambil keputusan yang keliru
-        Prasangka hanya berguna untuk mencari kemungkinan suatu kebenaran
b. Intuisi, yakni suatu pendapat seseorang yang diangkat dari perbendaharaan pengetahuannya yang terdahulu, melalui suatu proses yang tidak disadari. Jadi seolah-olah begitu saja muncul, pendapat iu tentu saja tanpa dipikirkan lagi. Pengetahuan yang dicapai dengan cara demikian sukar dipercaya. Ungkapan-ungkapannya sering masuk akal, namun belum tentu cocok dengan kenyataan.
c.      Trial and Error (Coba-coba), yakni metode coba-coba atau untung-untungan. Cara ini dapat diibaratkan seperti seekor kera yang mencoba meraih pisang dalam suatu kerangkeng dalam percobaan Kohler, seorang psikolog Jerman. Kera itu dengan cara coba-coba akhirnya dapat juga meraih pisang dengan menggunakan tongkat.

Pengetahuan pada manusia, yang diperoleh melalui cara ini banyak sekali, sejak zaman manusia purba hingga kini. Banyak pula penemuan hasil trial and error sangat bermanfaat bagi manusia, misalnya dengan ditemukannya rendaman kulit kina untuk obat Malaria. Penemuan dengan cara coba-coba ini jelas tidak efisien sebagai suatu cara untuk mencari kebenaran.

Pada zaman Yunani, orang cenderung untuk mengikuti saja arahan para pakar ataupun penguasa. Namun, ajaran-ajaran ini ternyata banyak yang keliru, karena ahli-ahli pikir itu terlalu mengandalkan atas pemikiran atau akal sehat. Kebenaran, yang dianut itu adalah yang masuk diakalnya.
Contoh:
a.   Setiap hari kita melihat Matahari terbit dari Timur lalu terbenam di Barat, maka masuk akallah bila dikatakan bahwa Matahari beredar mengelilingi Bumi.
b.     Bila kayu dibakar, maka berubah menjadi api, udara dan abu (tanah), maka menurut akal sehat , unsur dasar pembentukan kayu itu adalah tanah, api dan udara.

Pengetahuan yang didapat dengan cara-cara tersebut di atas, termasuk pada golongan pengetahuan yang tidak ilmiah. Lalu bagaimana pengetahuan ilmiah atau yang disebut ilmu pengetahuan itu? Jawaban singkat dari pertanyaan tersebut di atas adalah apabila pengetahuan itu memnuhi empat syarat, yakni:
1.  Objektif, artinya pengetahuan itu sesuai dengan objeknya, yakni kesesuain atau kebenarannya dibuktikan dengan hasil penginderaan atau empiris.
Contoh:
Galileo dapat dianggap tokoh perintis IPA, karena Ia berani menentang kepercayaan yang ada pada masa itu yang berlawanan dengan hasil pengamatannya. Ia mengajarkan kepada murid-muridnya untuk tidak begitu saja mempercayai ajaran Aristoteles dan hendaknya melakukan eksperimen serta membuat kesimpulan atas hasil observasinya itu. Singkatnya, Galileo mendambakan kebenaran yang objektif atas dasar empiris.
2.    Metodik, yakni suatu pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan cara-cara tertentu, teratur dan terkontrol. Hal-hal yang berhubungan dengan metode ilmiah ini akan dijelaskan lebih lanjut.
3.    Sistematik, artinya pengetahuan ilmiah itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri. Satu dengan yang lainnya saling terkait, saling menjelaskan sehingga seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh.
4.   Berlaku umum, yakni pengetahuan itu tidak hanya berlaku ata dapat diamati oleh seseorang atau beberapa orang saja, tetapi oleh semua orang dengan cara eksperimentasi yang sama dan akan memperoleh hasil yang sama pula atau konsisten.
Contoh:
Melalui teropongnya Galileo menemukan adanya gunung-gunung di bulan. Pengetahuan ini tak hanya berlaku bagi Galileo, tetapi untuk semua orang, yakni jika menggunakan teropong yang sama dan cara yang sama pula, maka akan diperoleh pengetahuan yang sama, yaitu di bulan ada gunung-gunung.

Langkah-langkah Operasional Metode Ilmiah

Salah satu syarat ilmu pengetahuan ialah materi pengetahuan tersebut harus diperoleh melalui metode ilmiah. Metode ilmiah ialah prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Senn berpendapat bahwa metode ilmiah ialah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui segala sesuatu dengan langkah-langkah yang sistematis, bersifat objektif dan konsisten. Sedangakn metodologi ialah suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan dalam metode tersebut. Sejak abad ke-16, para ilmuwan menggunakannya dalam mempelajari alam semesta ini.
Pendekatan yang digunakan kadang-kadang bersifat induktif maupun deduktif. Mari kita ingat lagi bahwa pendekatan induktif adalah mengambil suatu kesimpulan umum berdasarkan kumpulan pengetahuan. Pendekatan deduktif berdasarkan hal-hal yang sudah dianggap benar, diambil kesimpulannya dengan menggunakan hal-hal yang dianggap benar itu.
Sejak digunakannya, metode ilmiah dalam penelitian ilmiah, dimulailah IPA modern yang kemudian berkembang sangat pesat. Perintis-perintis IPA modern adalah Galileo Galilei (1564-1642), Isaac Newton (1642-1727) dan Robert Boyle (1626-1691). Sedangkan yang khusus di bidang ilmu kimia adalah Antonie Laurent Lavoisier (1743-1793).

Kriteria Metode Ilmiah

Jika suatu metode yang digunakan dalam penelitian disebut metode ilmiah, maka metode tersebut harus mempunyai kriteria, antara lain:
1.      Berdasarkan Fakta
Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang akan dianalisis haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata. Janganlah penemuan atau pembuktian didasrkan pada daya khayal, kira-kira, legenda-legenda atau kegiatan sejenis.
2.      Bebas dari Prasangka
Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif. Penggunaan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap serta dengan pembuktian yang objektif.
3.      Menggunakan Prinsip-prinsip Analisis
Dalam memahami serta memberi arti terhadap fenomena yang kompleks, harus digunakan prinsip analisis. Semua masalah harus dicari sebab-sebabnya serta pemecahannya dengan menggunakan analisis yang logis. Fakta yang mendukung tidaklah dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibuat deskripsinya saja tetapi harus dicari sebab akibatnya dengan menggunakan analisis yang tajam.
4.      Menggunakan Hipotesis
Dalam metode ilmiah, peneliti harus dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan analisis, Hipotesios harus ada untuk mengumpulkan persoalan serta memandu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai, sehingga hasilnya kan mengenai sasaran. Hipotesis merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran peneliti.
5.      Menggunakan Ukuran Objektif
Kerja penelitian dan analisis harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif. Ukuran tidak boleh dengan merasa-rasa atau menuruti hati nurani. Pertimbangan-pertimbangan harus dibuat secara objektif dengan menggunakan pikiran yang waras.
6.      Menggunakan Teknik Kuantitatif
Dalam metode ilmiah lazim digunakan, kecuali untuk atribut-atribut yang tidak dapat dikuantifikasikan. Ukuran seperti ton, mm, per detik, ohm, kilogram, dan sebagainya harus selalu digunakan.
Jauhi ukuran-ukuran seperti sejauh mata memandang, sehitam aspal, sejauh sebatang rokok, dan sebagainya sebagai ukuran kuantitatif. Kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan ukuran nominal, ranking dan rating.

Alur berpikir yang tercakup dalam metode ilmiah dapat dijabarkan dalam langkah-langkah yang mencerminkan tahapan kegiatan ilmiah. Kerangka berpikir ilmiah pada dasarnya terdiri dari langkah-langkah yang disebut langkah-langkah operasional metode ilmiah, yakni:
1.      Perumusan Masalah
Perumusan masalah disini adalah pertanyaan-pertanyaan apa, mengapa ataupun bagaimana obyek yang hendak diteliti itu. Masalah itu harus jelas batas-batasnya serta dikenal juga faktor-faktor yang mempengaruhinya.
2.      Penyusunan Kerangka Berpikir dalam Pengajuan Hipotesis
Kerangka berpikir merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling berkait dan membentuk konstelasi permasalahan. Kerangka berpikir ini disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilimiah yang telah teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor empiris yang relevan dengan permasalahan.
3.      Perumusan Hipotesis
Hipotesis adalah:
-  Suatu pernyataan yang menunjukkan kemungkinan-kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah yang telah ditetapkan;
-   Suatu dugaan yang tentu saja didukung oleh pengetahuan yang ada;
-   Suatu jawaban sementara dari permasalahan yang harus diuji kebenarannya dalam suatu observasi dan eksperimentasi
4.     Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis adalah berbagai usaha pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah diajukan untuk dapat memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak.
Fakta-fakta ini dapat diperoleh, melalui pengamatan langsung dengan mata atau teleskop maupun uji coba. Kemudian, fakta-fakta tadi dikumpulkan melalui penginderaan.
5.      Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan ini didasarkan atas penilaian melaui analisis dari fakta-fakta (data), untuk melihat apakah hipotesis yang diajukan itu diterima atau tidak.
Hipotesis itu diterima bila data yang terkumpul mendukung pernyataan hipotesis. Bila data tidak mendukung, maka hipotesis tersebut ditolak. Hipotesis yang diterima, merupakan suatu pengetahuan yang kebenarannya telah diuji secara ilmiah dan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan.

Keseluruhan langkah tersebut, harus ditempuh melalui urutan yang teratur. Oleh karena, langkah yang satu merupakan landasan bagi langkah berikutnya. Dari keterangan-keterangan itu dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan yang disusun secara sistematis, berlaku umum dan kebenarannya telah teruji secara empiris.


Menyebutkan Keunggulan Dan Keterbatasan Serta Peranan Metode Ilmiah Dalam Perkembangan Pengetahuan

1.      Keunggulan

Ciri khas ilmu pengetahuan ialah bersifat objektif, metodik dan sistematik dan berlaku umum: Hal yang demikian akan membimbing kita pada sikap ilmiah yang terpuji yakni:
a.  Mencintai kebenaran yang objektif, bersikap adil dan itu semua akan menjurus ke arah hidup yang bahagia;
b.    Menyadari bahwa kebenaran ilmu itu tidak absolut. Hal itu dapat menjurus ke arah mencari kebenaran secara terus-menerus;
c.    Dengan ilmu pengetahuan, orang tidak percaya pada tahyul, astrologi maupun peruntungan, karena segala sesuatu di alam semesta ini terjadi melalui proses yang teratur;
d.   Ilmu pengetahuan membimbing kita untuk ingin tahu lebih banyak. Akibatnya ilmu pengetahuan yang kita peroleh, akan sangat membantu pola kehidupan kita;
e.   Ilmu pengetahuan pun akan membimbing kita untuk tidak berpikir secara prasangka, tetapi berpikir secara terbuka atau objektif, suka menerima pendapat-pendapat orang lain atau bersikap toleran;
f.     Metode ilmiah, membimbing kita untuk tidak begitu saja percaya pada suatu kesimpulan tanpa adanya bukti-bukti nyata.
g.     Metode ilmiah juga membimbing kita untuk selalu bersikap optimis, teliti dan berani membuat suatu pernyataan yang menurut keyakinan ilmiah kita adalah benar.

2.      Keterbatasan

Pengetahuan yang ilmiah dihasilkan dengan menggunakan metode ilmiah. Kita telah mengetahui bahwa data yang digunakan untuk mengambil kesimpulan ilmiah itu bersala dari pengamatan. Kita mengetahui pula bahwa pancaindera kita juga mempunyai keterbatasan kemapuan untuk menangkap suatu fakta, sehingga tidak disanksikan lagi bahwa data yang dikumpulkan adalah keliru sehingga kesimpulan yang diambil pun akan keliru.

Jadi, kemungkinan keliru dari suatu kesimpulan ilmiah tetap ada. Oleh karena itu, semua kesimpulan ilmiah atau dengan kata lain kebenaran ilmu pengetahuan termasuk IPA bersifat tentatif. Artinya, sebelum ada kebenaran ilmu yang didapat menolak kesimpulan itu maka kesimpulan tersebut dapat menolak kesimpulan ilmiah terdahulu sehingga menjadi kebenaran ilmu yang baru.

Memang tidaklah mustahil suatu kesimpulan ilmiah bisa saja berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. Tidak demikian halnya dengan pengetahuan yang didapat dari Wahyu Ilahi. Kebenaran dari pengetahuan ini bersifat mutlak, artinya tidak akan berubah sepanjang masa.

Metode ilmiah memang tidak sanggup menjangkau untuk menguji adanya Tuhan. Metode ilmiah juga tidak dapat menjangkau untuk membuat kesimpulan yang berkenaan dengan baik dan buruk atau sistem nilai. Juga tidak dapat menjangkay tentang seni dan keindahan.

3.      Peranan

a.  Metode ilmiah berperan untuk memberikan penjelasan ogis dalam ilmu empiris
b.      Sebagai llandasan dalam melakukan suatu penelitian ilmiah
c.  Berperan dalam memberikan bukti yang konkrit terhadap suatu ilmu pengetahuan




Mitos Gunung Merapi Yogyakarta



Gunung Merapi Yogyakarta


         Gunung Merapi adalah gunung api teraktif di Indonesia yang terletak persis di tengah Pulau Jawa. Gunung dengan ketinggian puncaknya yang mencapai 2.968 meter dpl ini tercatat mengalami erupsi sebanyak 2 sampai 5 tahun sekali, bahkan sejak tahun 1548, gunung yang dikelilingi oleh pemukiman padat penduduk ini diperkirakan telah meletus hingga 68 kali.     Adapun selain dikenal karena keaktifan erupsinya, gunung merapi juga populer ke seantero Nusantara karena cerita-cerita misteri dan klenik yang menyelimutinya. Gunung ini digambarkan sebagai pusat pemerintahan kerajaan ghaib yang menguasai wilayah Indonesia, sebanding dengan Pantai Selatan Jawa. Asal Usul Gunung Merapi Terlepas dari cerita mistis dan tingkat keaktifan erupsinya yang tinggi, masyarakat Kejawen pada umumnya meyakini jika gunung merapi yang berdiri kokoh menjulang tinggi itu terbentuknya melalui kisah asal usul yang maha pelik. Asal usul gunung merapi ini terjadi pada masa dimana pulau Jawa masih berupa hutan belantara dan belum berpenghuni.
         Kisahnya sebagai berikut: Pada suatu masa, saat dimana Pulau Jawa masih berupa hutan belantara, hanya dihuni binatang buas dan golongan lelembut, para dewa di kahyangan tengah bingung memikirkan bagaimana cara membuat pulau ini menjadi seimbang. Pulau ini pada saat itu lebih condong ke arah barat, karena di barat ada banyak gunung yang menambah beban pulau ini. Setelah berdiskusi cukup panjang, akhirnya para dewa di langit ketujuh itu pun sepakat untuk meletakan suatu penyeimbang tepat di tengah-tengah pulau Jawa agar pulau ini tak terus menerus miring ke bagian barat. Mengapa penyeimbang tidak diletakan di bagian timur pulau? Alasannya tak lain karena tidak ada penyeimbang yang bisa dipindahkan ke daerah itu dengan alasan sangat jauh dan membutuhkan waktu yang lama untuk memindahkannya. Satu-satunya penyeimbang yang memungkinkan untuk dipindahkan terletak di Laut Pantai Selatan. Ia berupa gunung tinggi yang menjulang indah dengan keasrian yang sangat menawan. Gunung Jamurdwipa namanya.
          Gunung Jamurdwipa adalah gunung asri yang dijaga oleh sepasang kakak beradik yang berprofesi sebagai pembuat keris (Mpu). Mpu Permadi dan Mpu Rama begitu nama mereka, adalah dua mpu yang sangat sakti mandraguna. Sehari-hari mereka membuat keris dengan tanpa menggunakan alat bantu apapun. Saat membuat keris, mereka hanya membutuhkan perapian dan bahan baja. Untuk pemukul dan lain sebagainya, mereka hanya menggunakan tangan kosong. Para dewa yang berkunjung menemui kedua mpu tersebut pun sampai berdecak kagum akan kesaktian mereka. Para dewa kemudian bertegur sapa dan menyampaikan maksud kedatangannya. Mereka meminta kedua mpu tersebut untuk pindah dari tempat itu karena gunung yang mereka tinggalkan akan segera dipindahkan.
          Gunung yang menjadi asal usul gunung merapi itu akan dijadikan penyeimbang pulau Jawa agar tidak miring. Baik Mpu Permadi maupun Mpu Rama, keduanya menerima saran dari para dewa, hanya saja mereka baru akan pindah setelah pekerjaan mereka selesai. Saat itu, keris sakti yang mereka buat baru selesai setengahnya. Namun, para dewa meminta agar kedua kakak beradik itu untuk segera pindah, jika tidak maka pulau Jawa akan tenggelam karena penyeimbangnya tak kunjung diberikan. Para Mpu pun berujar jika pekerjaannya tak diselesaikan di tempat itu, maka hasilnya akan tercipta sebuah malapetaka bagi manusia di lintas generasi. Setelah berunding sangat alot, kedua kubu bersikukuh pada pendiriannya. Sang dewa akhirnya mengambil keputusan sepihak. Dipindahkanlah gunung Jamurdwipa meskipun kedua Mpu masih berada di sana. Pleekk... jatuhlah gundukan tanah yang menjadi asal usul gunung merapi itu tepat di tengah pulau Jawa.
           Konon, karena kejadian itu, daratan di bagian timur sebagian ada yang tenggelam, dan dasar laut di pulau Jawa bagian barat ada pula yang menjadi daratan. Sebagai contoh, Pulau Bali sebetulnya dulu menyatu dengan Pulau Jawa, hanya saja setelah kejadian ini, keduanya kemudian berpisah. Kedua mpu tadi tak ditemukan rimbanya, berdasarkan kepercayaan, mereka dan peralatan pembuatan keris, termasuk perapiannya terjebak di dalam gunung. Keris yang setengah jadipun kemudian tertancap di tengah perapian. Perapian tersebut kini diyakini berubah menjadi lahar panas yang letaknya tepat di pusat gunung. Jika si keris ini tergoyang sedikit saja, maka akan tercipta suatu gempa vulkanik, sedang lahar panas yang dulunya adalah perapian, akan keluar karena tekanan hebat dari kesaktian si keris. Karena sering menyemburkan lahar api, masyarakat yang datang pada ratusan tahun setelah itu, kemudian menamai gunung ini dengan nama gunung merapi yang artinya gunung yang berapi-api.

              Cerita diatas merupakan cerita yang berdasarkan mitos dan disebut legenda yang belum pasti akan kebenarannya. Dikemukakan oleh seorang tokoh yang dikaitkan dengan terjadinya suatu daerah. Apakah tokoh tersebut pernah ada atau tidak, namun yang bersangkutan dihubungkan dengan apa yang terdapat di lingkungan, sebagai bukti kebenaran suatu legenda.


Sumber:

Darmodjo, Hendro., Kaligis, Yeni. 2001.  Ilmu Alamiah Dasar.  Jakarta: Universitas Terbuka.

http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/10/asal-usul-gunung-merapi-mitos-dan.html



COPYRIGHT © 2017